Salah satu partai yang mungkin waktu dibentuknya memang mau menjadi alat penyalur amanat nasional membuat kampanye iklan yang aneh. Sebuah iklan ucapan menyambut 100 tahun kebangkitan nasional. Bayangkan iklan cetak satu halaman penuh Kompas dengan headline kata-kaya dari Chairil Anwar, “Sekali berarti sudah itu mati”. Dengan visual (proporsi besar) ketua umumnya dan bodycopy berupa kutipannya yang menganjurkan agar kita mengingat semangat Chairil Anwar.
Take out pertama saya adalah “Indonesia mau dibawa jadi one hit wonder nih?” Selain itu, “Memangnya Chairil Anwar pahlawan kebangkitan nasional? Bukannya tahun segitu dia belum lahir ya?”
Memang sih sebenarnya saya mengerti kalau si Ketua Umum Pan mau mencoba menyejajarkan diri sebagai tokoh muda nasionalis sambil berkampanye. Makanya saya pun mencoba mengumpulkan take out dari orang lain.
Dan hasilnya…
Hampir semua sama dengan take out saya!
Terlalu banyak “kok” dan “tapi kan”. Udah nggak bagus, komunikasinya gagal pula. Belum lagi mereka juga menayangkan di media lain seperti tv dan radio. Buang-buang duit saja…
Saya lebih suka dengan apa yang dilakukan PKB dengan drama perpecahannya. Sudah berminggu-minggu setiap harinya ada berita mengenai PKB. Tidak hanya di satu surat kabar, tapi di semua media. Dan semuanya gratis!
Apabila mereka dapat menjaga plot drama perpecahan ini menjadi semakin seru dan bisa menentukan momentum turning point dengan tepat, saya meramalkan mereka bisa menembus tiga besar di pemilu nanti.
Sayang beberapa partai besar seperti Golkar dan PDI Perjuangan sedang sibuk membersihkan nama mereka dari sebutan “benteng korupsi”, sehingga kampanye asli mereka masih belum bisa ditelaah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment